Ini bangkai kapal kayu di ujung barat Pulau Menjangan, di lereng yang menghadap laut terbuka. Namanya datang dari jangkar yang tebal dan tertutup karang di puncak terumbu, sekitar 5–6 m. Jangkar kedua ada lebih dekat ke lambung, sekitar 30 m. Kapalnya kecil, kira-kira 25–30 m, dan sudah pecah di lereng yang cukup curam.
Haluan mengarah ke pantai, di sekitar 30 m. Buritan ada di sekitar 46 m, dan ada pecahan yang lebih dalam, menuju 50 m. Peta situs ini menulis 6–50 m, dan itu cocok dengan rentang dari jangkar sampai pecahan terdalam. Yang sering diselami adalah bagian atas. Di antara puing ada lembaran tembaga dan botol dalam wadah tembaga. Botolnya banyak yang sudah tidak ada. Jangan mengambil apa pun dari bangkai.
Kapal ini disebut dari abad ke-19, kapal dagang, dan secara lokal dikenal sebagai Kapal Budak. Jangkar yang dangkal bisa dilihat saat snorkel. Bagian kayu untuk selam yang sudah nyaman di kedalaman. Arus di punggung pulau ini bisa berjalan sepanjang terumbu, jadi jalur mengikuti arus, ke timur atau ke barat. Naik perahu dari Labuhan Lalang, sekitar 30 menit.
- Koordinat peta
- −8.09271, 114.50136
- Jenis selam
- Bangkai kapal
- Masuk
- Naik perahu
- Kedalaman
- Jangkar 5–6 m. Haluan sekitar 30 m, buritan sekitar 46 m. Peta: 6–50 m.
- Air
- Air laut, sekitar 27–30°C. Jarak pandang sering sekitar 20 m.
Biota laut
Penyu
Ada di lereng karang di samping jangkar.
Hiu karang
Sering di bagian yang lebih dalam, di pasir dekat puing.
Barakuda
Ada di air terbuka di sepanjang lereng.
Kuwe
Kuwe sirip biru ada di lereng bersama ikan trigger.
Ikan bibir manis
Ikan bibir manis belang sering berkumpul di puing yang lebih dalam.
Ikan kakatua kepala besar
Pernah terlihat di sekitar bangkai. Bukan setiap selam.
Biota makro
Lereng di antara jangkar dan puing menyimpan hewan kecil. Untuk foto makro, pakai lensa makro dan lampu sorot.
Kuda laut kerdil
Kadang di kipas laut di lereng. Karang hitam Tubastraea juga tumbuh di situs ini.
Kemunculan hewan di daftar ini tidak dijamin setiap selam.