Nama situs ini datang dari salib beton di pantai, penanda pendaratan tahun 1855. Salib itu kelihatan dari permukaan dan menjadi patokan: kapal ada sejajar pantai, tepat di depannya. Ini kapal patroli Jepang dari perang, panjang sekitar 40 m, tegak di pasir pelabuhan Pulau Mansinam.
Geladak ada di sekitar 10–12 m. Pasir di buritan sekitar 18 m. Ada yang menulis maksimum 20 m. Peta menulis 10–30 m. Rak bom laut di buritan masih terpasang. Lampu kapal masih di geladak. Di ruang komunikasi, panel sakelar masih terbaca. Arus di dalam pelabuhan biasanya lemah, tetapi bisa naik bersama pasang. Jarak pandang bisa turun sesudah hujan. Air sekitar 28–30°C. Naik perahu.
Lambung tertutup spons, lili laut, dan karang lunak. Ikan napoleon, ikan kakatua kepala besar, dan ikan lepu ada di sini. Kakap dan ikan ekor kuning bergerombol di struktur. Belut moray ada di celah. Udang dan kepiting ada di bawah pertumbuhan. Senar pancing kadang tersangkut. Bagian dalam hanya kalau pemandunya memang membawa masuk.
- Koordinat peta
- −1.0766, 134.2749
- Jenis selam
- Bangkai kapal
- Masuk
- Naik perahu
- Kedalaman
- Geladak sekitar 10–12 m. Buritan sekitar 18 m. Peta: 10–30 m.
- Air
- Air laut, sekitar 28–30°C
Biota laut
Ikan napoleon
Ada di sekitar kapal.
Ikan kakatua kepala besar
Lewat di bangkai.
Ikan lepu
Bertengger di karang pada lambung.
Kakap
Berkawanan di struktur.
Ikan ekor kuning
Berkawanan bersama kakap.
Belut moray
Ada di celah lambung.
Biota makro
Spons dan lili laut di lambung adalah tempat hewan kecil. Untuk foto makro, pakai lensa makro dan lampu sorot.
Udang
Ada di bawah spons dan karang lunak.
Kepiting
Ada di tempat yang sama dengan udang.
Kemunculan hewan di daftar ini tidak dijamin setiap selam.