Kembali ke peta

biota laut

Indonor Wreck, Karimunjawa, Java

Karimunjawa, Java

Kapal Indonor berangkat dari Palembang menuju Surabaya dengan muatan batu bara. Pada 7 Februari 1960 kapal tersangkut di terumbu, bocor, lalu patah di beberapa bagian. Tidak ada korban. Catatan lain menyebut kesalahan perkiraan nakhoda. Kapalnya kapal uap baja, panjangnya disebut lebih dari 30 m dan tingginya sekitar 12 m.

Yang ada di dasar sekarang sebagian besar lempengan baja. Ada usaha pengangkatan yang memecahkan badan kapal. Ketel uapnya masih utuh, dan itu bagian yang paling jelas. Kedalaman selam yang disebut sekitar 15–17 m, ada yang menulis maksimum 16 m. Peta situs ini menulis 10–30 m. Arus bisa sampai 1–2 knot. Jarak pandang sering hanya 5–10 m. Naik perahu, sekitar 70 menit dari dermaga Syahbandar ke arah Menyawakan. Tidak ada jalur masuk ke dalam lambung.

Karena dangkal, satu selam cukup untuk mengelilingi sisa kapal. Ini tempat makro: nudibranch, udang hantu, udang anemon, udang di cambuk laut, dan udang mantis. Ikan pisau, ikan buaya, ikan kelelawar, kakap, dan ikan kakatua kepala besar juga ada di bangkai.

Koordinat peta
−5.78229, 110.46305
Jenis selam
Bangkai kapal
Masuk
Naik perahu
Kedalaman
Sekitar 15–17 m. Peta menulis 10–30 m.
Air
Air laut, sekitar 28–30°C

Biota laut

Ikan kelelawar

Ada di sisa lambung.

Kakap

Ada di antara lempengan baja.

Ikan kakatua kepala besar

Lewat di bangkai.

Ikan buaya

Berbaring di pasir atau di geladak yang tersisa.

Ikan pisau

Ada di sekitar bangkai, sering tegak di pasir.

Biota makro

Sisa baja yang dangkal adalah tempat makro. Untuk foto, pakai lensa makro dan lampu sorot, dan jangan masuk ke celah yang runtuh.

Nudibranch

Banyak di lempengan dan di spons.

Udang hantu

Ada di celah bangkai.

Udang anemon

Ada di anemon pada bangkai.

Udang cambuk laut

Menempel di cambuk laut.

Udang mantis

Ada di lubang di sekitar baja.

Kemunculan hewan di daftar ini tidak dijamin setiap selam.