Pada 1942 kapal barang Jepang berangkat dengan muatan kopra, kayu, dan rotan, lalu terbakar. Juru mudi memutar kapal untuk kandas di pantai pasir, tetapi menabrak dinding karang. Buritan langsung terdorong ke bawah dan seluruh kapal tenggelam. Awak semuanya berenang ke pantai.
Kapal sekarang terbalik, tepat di luar dinding. Panjang aslinya sekitar 50 m, lebar 7 m, tinggi dari lambung ke geladak sekitar 5 m. Baling-baling naik sampai sekitar 26 m. Dua pertiga lambung bersandar di tonjolan batu dengan kemiringan sekitar 14 derajat, lalu lambung menekuk dan buritan ada di dasar. Peta menulis 26–25 m. Angka itu hanya menyentuh baling-baling. Bagian terdalam, setelah badai Desember 2010 merobek lambung, ada di bawah 50 m. Baja ini rapuh. Jangan masuk ke dalam.
Dasar buritan dipenuhi cambuk gorgonia. Di cahaya biasa cambuk itu terlihat ungu, padahal warnanya marun. Sobekan di sisi kiri, sekitar 44 m, membuka jalan pandang ke bawah kapal. Haluan hampir telanjang dan dua geladak masih kebaca. Jarak pandang di bangkai sering sekitar 15 m, kadang lebih baik di bawah daripada di air keruh di permukaan. Arus jarang jadi masalah. Ini selam dalam. Naik perahu.
- Koordinat peta
- 0.48655, 123.08235
- Jenis selam
- Bangkai dalam
- Masuk
- Naik perahu
- Kedalaman
- Baling-baling sekitar 26 m. Buritan melewati 50 m. Peta: 26–25 m.
- Air
- Air laut
Kemunculan hewan di daftar ini tidak dijamin setiap selam.