Beberapa pesawat P-47 mendarat darurat di laut dekat Pulau Wai setelah cuaca menutup jalan pulang. Awaknya selamat. Tiga bangkai sudah ditemukan. Yang paling utuh dan paling sering diselami telentang di lereng, rentang sayap sekitar 12 m, di sekitar 28 m. Rentang yang ditulis untuk pesawat ini 26–33 m. Peta menulis sampai sekitar 28 m. Pesawat kedua ada di sistem terumbu yang sama, sekitar 38 m. Yang ketiga pecah di air sangat dangkal, sekitar 2 m.
Pesawatnya kecil dibanding kapal. Turun ke ujung yang lebih dangkal, kelilingi sekali, lalu naik ke lereng karang untuk sisa selam. Tidak ada jalur masuk ke kokpit. Karang lunak tumbuh di sayap dan badan. Posisinya di sisi yang lebih terlindung dari arus timur pulau, tetapi arus tetap bisa sedang. Air sekitar 27–30°C. Naik perahu.
Ikan ekor kuning ekor-kuning sering menggantung di bawah sayap. Barakuda berkumpul di sekitar pesawat. Ikan kalajengking daun, ikan flathead, dan kerapu ada di lereng di sekelilingnya. Waktu di dasar singkat karena kedalaman, jadi jangan berputar berkali-kali.
- Koordinat peta
- −0.70381, 130.71054
- Jenis selam
- Bangkai pesawat
- Masuk
- Naik perahu
- Kedalaman
- Pesawat sekitar 26–33 m. Peta: sampai sekitar 28 m.
- Air
- Air laut, sekitar 27–30°C
Biota laut
Ikan ekor kuning
Ikan ekor kuning ekor-kuning sering di bawah sayap.
Barakuda
Sering berkumpul di sekitar pesawat.
Kerapu
Ada di lereng di sekeliling pesawat.
Biota makro
Lereng di samping pesawat menyimpan hewan kecil. Untuk foto makro, pakai lensa makro dan lampu sorot setelah keliling pesawat selesai.
Ikan kalajengking daun
Menyamar di karang lunak pada lereng.
Ikan flathead
Berbaring di pasir lereng.
Kemunculan hewan di daftar ini tidak dijamin setiap selam.