Kapal ini dibangun di Jerman pada 1920 sebagai kapal uap kargo, panjang 134 m. Pada 1940 awaknya menenggelamkannya di perairan Pulau Weh. Tanggal dan lanjutan ceritanya tidak satu: ada yang menulis 1 Mei, ada yang menulis 10 Mei, dan ada catatan bahwa kapal kemudian diangkat, diperbaiki, dan dipakai lagi. Yang diselami di teluk Pria Laot tetap disebut Sophie Rickmers.
Turun mengikuti tali tambat. Ikan kelelawar sering menemani di jalan turun dan di jalan naik. Anjungan muncul lebih dulu, di sekitar 37 m. Geladak di sekitar 45 m. Haluan yang lurus ada di dasar, lebih dari 55 m, ada yang menulis 56 m. Peta situs ini menulis 18–30 m. Angka peta itu jauh lebih dangkal daripada anjungan. Ini selam dalam, dengan pemberhentian saat naik. Bukan selam yang bisa ditambahkan di akhir hari.
Lambung tertutup karang, bukan baja telanjang. Di bangkai ada kerapu besar, belut moray besar, dan kuwe besar. Ikan unicorn sering lewat di kedalaman. Ikan bidadari bintik hitam, yang biasanya jarang karena suka air dalam, cukup banyak di sini. Ada juga pari marmer dan ikan kalajengking besar. Arus di teluk ini biasanya ringan. Jarak pandang bisa 1 m atau lebih dari 25 m. Air sekitar 27–30°C. Naik lagi lewat tali yang sama.
- Koordinat peta
- 5.84482, 95.30005
- Jenis selam
- Bangkai dalam
- Masuk
- Naik perahu
- Kedalaman
- Anjungan sekitar 37 m. Geladak sekitar 45 m. Haluan lebih dari 55 m. Peta: 18–30 m.
- Air
- Air laut, sekitar 27–30°C
Biota laut
Ikan kelelawar
Mengiringi tali tambat, turun dan naik.
Kerapu
Kerapu besar tinggal di bangkai.
Belut moray
Belut moray besar ada di lambung.
Kuwe
Kuwe besar ada di kedalaman.
Ikan unicorn
Sering lewat di bagian yang dalam.
Ikan bidadari
Ikan bidadari bintik hitam cukup banyak di sini.
Pari
Pari marmer ada di sekitar kapal.
Ikan kalajengking
Ikan kalajengking besar ada di karang pada lambung.
Kemunculan hewan di daftar ini tidak dijamin setiap selam.